Showing posts with label Bahan bangunan. Show all posts
Showing posts with label Bahan bangunan. Show all posts

Thursday, April 17, 2014

Dinding Pasangan Batu Bata dalam Konstruksi Bangunan

DINDING merupakan salah satu elemen bangunan yang membatasi satu ruang dengan ruang lainnya.
Fungsi :
  • Pembatas ruang luar dengan ruang dalam.
  • Penahan cahaya, angin, hujan,  debu, suara, dan lain-lain yang bersumber dari alam.
  • Pembatas antar ruang di dalam rumah.
  • Pemisah ruang yang bersifat pribadi dan ruang yang bersifat umum.
  • fungsi Arsitektur

Jenis Dinding
Dinding Struktural
Sebagai Struktur Bangunan (Bearing Wall).  Dinding ini berperan untuk  menopang atap dan sama sekali tidak menggunakan cor  beton untuk kolom (besi beton). Bahan Dinding Struktur yang biasa digunakan pada suatu bangunan adalah Batu Bata (Pada Zaman Dahulu). Konstruksinya 100% mengandalkan pasangan batu bata dan semen.

Dinding Non-Struktural
Dinding ini adalah dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas, apabila dinding dirobohkan maka bangunan tetap berdiri. Beberapa material dinding non-struktural di antaranya seperti  batu bata, batako, bata ringan, kayu, kaca, dll.

Dinding Partisi atau penyekat
Dinding penyekat adalah batas vertikal yang ada di dalam ruangan (interior), Bahan-bahan yang digunakan untuk dinding partisi ini diantaranya seperti  gypsum, papan kalsium, triplek, kaca, dll.

(+) Kelebihan Batu bata
  1. Batu bata merah kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
  2. Keretakan relatif jarang terjadi.
  3. Kuat dan tahan lama karena batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingan dan udara lembab.
  4. Penolak panas yang baik. Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah cuaca panas.
  5. Warna yang unik. Pemilik rumah ada kalanya sengaja tidak menutup batu bata dengan semen dan cat, sebaliknya batu bata dibiarkan terekspos sehingga memberikan kesan alami pada rumah.
  6. Harganya Murah. Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan  persediaannya  cukup banyak.

(-) Kekurangan
  1. Waktu pemasangannya lebih lama dibandingkan  material  dinding bangunan yang lain.
  2. Jika proses pembakarannya kurang matang, bata mudah retak dan pecah
  3. Biaya lebih tinggi dari dinding batako

Kriteria Bata Berkualitas Baik
  • Batu bata  bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun.
  • Batu bata harus seragam dalam ukuran, dengan sudut tajam dan tepi yang rata.
  • Permukaan harus benar dalam bentuk persegi panjang satu sama lain untuk  menjamin kerapian pekerjaan.
  • Mempunyai ukuran yang standart yaitu
          -  Panjang  240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 mm
          -  Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 mm
  • Mempunyai kekuatan yang baik akan  memberikan suara dering jika diketok.
Jenis Pemasangan Dinding Batu Bata
Ada 3 Jenis Pemasangan Batu Bata Merah, yaitu :
  • Pasangan ½ batu: Pemasangan bata secara memanjang dengan lebar bata merah sebagai tebal dinding.
  • Pasangan 1 batu: Pasangan bata secara melintang dengan panjang bata sebagai tebal dinding.
  • Pasangan roolag: Pasangan bata secara miring melintang yang berfungsi sebagai pasangan resapan air dibagian paling bawah pasangan bata.
Teknik Pemasangan
  1. Pasangan batu bata untuk dinding - dinding luar pada bangunan umumnya dapat dipakai pasangan batu bata ½ batu.
  2. Dinding Pengisi dari pasangan bata ½ bata harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof, rollag, dan ring balok yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan / menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb.
  3. Campuran spesi pada pasangan tembok harus cukup kedap air agar tembok tidak mudah basah jika terkena air hujan. Dinding bata yang memerlukan campuran kedap air misalnya tembok pada kamar mandi, WC, tempat cuci, dan dapur,  spesi nya 1 PC : 2 PS, artinya 1 takaran semen dan 2 takaran pasir. Dinding  bata yang tdk memerlukan campuran kedap air, perbandingan spesi umumnya 1 PC : 3 PS : 10 KP.
  4. Perkuatan dinding batu bata  dengan kolom praktis. Kolom - kolom praktis merupakan bagian kerangka yang  membantu dan  memperkuat posisi dinding pasangan batu  bata, dan  pemasangan kolom ditempatkan pada sudut  pertemuan pasangan batu bata.
  5. Pasangan dan  penempatan kolom - kolom praktis yang  berukuran 13 x 13 atau  15 x 15 ditempatkan pada seluas bidang  dinding tembok  batu  bata  12 m2.  Jadi,  penampang kolom praktis  yang berukuran 15 x 15 cm itu ditempatkan penulangan / pembesian ø 4 -12 mm dan pemasangan sengkang / cincinnya  dengan ø 6 - 20 cm dan terpasang pada dinding bata  dengan jarak 3 - 4 m
  6. Untuk penempatan Kusen di bagian atas dari ambang atas kusen dipasangkan batu  bata  berdiri atau  disebut sebagai  rollag dengan adukan menggunakan perbandingan 1 PC: 2 Ps atau dipasang balok latai 15/20 atau 13/20 dengan tujuan agar kusen tidak menerima beban dari dinding diatasnya.

Sunday, December 30, 2012

Mengenal Penampang kayu sebagai bahan bangunan


Keterangan :
Kulit Luar,
sebagai pelindung bagian bagian yang lebih dalam pada kayu (iklim,serangan serangga, jamur)
Kulit Dalam,
Bagian ini lunak dan basah, untuk mengangkut bahan makanan dari daun ke bagian dari tumbuhan. Dimana bagian ini memiliki cairan yang lengket seperti getah.
Kambium,
Berupa jaringan lapisan tipis dan bening tugasnya kearah luar membentuk kulit yang baru, kearah dalam membentuk kayu yang baru.
Kayu Gubal,
Sel-sel kayu yang masih hidup.
Kayu Teras,
Sel-sel kayu yang sudah tua dan mati. Warna lebih tua, penumpu berdirinya pohon, mempunyai sifat mekanis yang tinggi.
Hati,
Bagian kayu yang dipusat. Merupakan permulaan kayu tumbuh.
Lingkaran Tahun,
Lingkaran yang menunjukkan perkembangan kayu dari musim hujan kemusim kering. 

Sifat Utama Kayu:
  • Renewable resources.
  • Bahan   mentah   yang   mudah   dijadikan   barang   lain.   Barang-barang   seperti   kertas, bahan sintetik, teksil, bahkan sampai daging tiruan.
  • Mempunyai sifat-sifat  spesifik  (elastis,  ulet  tahan  terhadap  pembebanan  yang tegak    lurus  dengan   serat  atau  sejajar  seratnya). Sifat-sifat  seperti  ini  tidak dipunyai oleh bahan lain yang bisa dibuat oleh manusia.
Kerugian bahan kayu:
  • Tidak homogen.
  • Mempunyai sifat higroskopik (kemampuan penyerapan atau pelepasan air dari dan ke udara sekitar dalam   mencari   kesetimbangan)
  • Mudah terbakar.
  • Ketidaksamaan sebagai hasil tumbuhan alam.
  • Cacat-cacat kayu.  
CACAT KAYU
Mata kayu
Kayu   dikatakan   kasar   apabila   mengandung  mata   kayu. Mata kayu   ini   tidak sama sifatnya   dengan kayu-kayu di sekelilingnya. Kadang kadang keras sekali kadang kadang lunak, selalu mengadakan perubahan arah serat.
Cacat retak-retak
Cacat retak-retak ini terdapat di dekat hati, retak lingkaran tahun dan retak angin.
Hati yang busuk
Cacat ini sukar dilihat sebelum pohon ditebang. Biasanya terdapat pada pohon yang sudah tua dan besar batangnya
Cacat lapuk
Kayu yang masih muda bilamana ditumpuk terlalu lama dan belum dikuliti cepat menjadi cacat  lapuk.  Kelapukan ini dipengaruhi oleh susunan penumpukan dan kelembaban udara. 

Monday, July 16, 2012

Mengenal Alat Sambung Profil Aluminum, Pintu Jendela Aluminium

Untuk mengerjakan suatu konstruksi aluminium diperlukan alat sambung dalam pekerjaan konstruksi aluminium untuk bangunan gedung seperti kusen, daun pintu / jendela, dan sebagainya pada umumnya menggunakan alat sambung berupa  paku keling rivet atau baut sekerup.
Untuk konstruksi aluminium dengan dinding atau beton maka diperlukan fiser dari bahan plastik yang ditanam dalam tembok atau beton.
Fiser ditanam setelah bidang tembok atau beton dilubangi dengan bor beton.
Setelah fiser ditanam maka konstruksi aluminium dapat ditempelkan dengan cara disekerupkan pada fiser tersebut. 
Paku keling rivet terdapat dalam beberapa macam ukuran diameter (d), pajang paku (L) juga terdapat beberapa macam. 
Namun yang banyak digunakan adalah paku keling rivet dengan dimeter 3 mm panjang 10 mm. Untuk pemasangan engsel-engsel pintu  maka digunakan diameter yang lebih besar.
Sedangkan diameter tangkai rivet juga terdapat dalam beberapa ukuran tergantung diameter paku kelingnya, contoh ;
  • untuk paku keling diameter 3 mm tangkai rivetnya berdiameter 1½  mm,
  • sedang untuk paku keling   dimeter 5 mm tangkai rivetnya berdiameter 2 mm.
Pada ujung tangkai rivet terdapat kepala yang berfungsi sebagai penekan paku keling pada saat  pengelingan rivet berlangsung, sedangkan ujung tangkai lainnya  sepanjang  ±  30 mm dimasukkan ke dalam alat rivet untuk dijepit dan ditarik sehingga kepala tangkai menekan paku keling dilakukan berulang-ulang hingga tangkai putus di bagian leher dan ujung paku membengkak dan mengancing sambungan dengan kuat.
 

 Baut sekerup ada 2 ( dua ) macam :
  1. Baut sekerup dengan ulir penuh sepanjang batang (sepanjang L). Baut ini jenis inilah yang sering digunakan untuk penyambungan batang aluminium. Terdapat berbagai macam ukuran diameter dengan panjang yang bervariasi, namun yang umum digunakan adalah  baut dengan panjang ½ ” dan ¾ ” dengan diameter  ± 3 mm.
  2. Baut  sekerup dengan ulir sepanjang 2/3 dari panjang baut (sepanjang 2/3 L). Baut ini biasanya dipakai untuk pemasangan konstruksi aluminium (misalnya kusen) menempel pada dinding tembok atau beton, juga untuk memasang engsel daun pintu.
  3. Untuk pemasangan baut sekerup pada tembok atau beton maka diperlukan alat tambahan yang disebut Fiser, Fiser terbuat dari bahan plastik. Tembok atau beton yang akan disekerup dilubangi terlebih dahulu dengan mesin bor beton, setelah itu fiser dimasukkan kedalam lubang tersebut. Pemasangan baut sekerup dikenakan pada fiser tersebut hingga mengancing dengan kuat.
Adapun bentuk fiser adalah sebagai berikut :


Sumber :
Modul keahlian teknik bangunan SMK Departemen Pendidikan Nasional th. 2002 dengan judul “Membuat Sambungan Batang Aluminium Dengan Paku Keling Rivet dan Baut Sekerup”

Saturday, March 12, 2011

Menggunakan batu alam untuk mempercantik design rumah

Ada beragam material yang dapat dipakai untuk mempercantik rumah. Batu alam salah satunya., jika kita cermat dalam memilih dan memasangnya. Batu alam membuat tampilan ruangan jadi alami. Bentuk, tekstur, dan motifnya membuat suasana ruang berubah sejuk alami. Dalam pemasangan, batu alam dapat menghasilkan beragam pola dan tampilan.
Secara umum batu alam dapat di bagi menjadi 2, yaitu batu keras dan batu lunak

Batu keras  
Batu jenis ini usianya lebih tua sehingga mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi dan porositasnya rendah. Jenis batuan ini sangat kuat dan keras.  Batu Andesit, batu sabak, marmer dan granit termasuk dalam kelompok ini.
Batu andesit berbentuk lempengan  yang ada di pasaran tersedia dalam berbagai ukuran. Umumnya antara 5 cm x 20 cm, sampai 20 cm x 40 cm dan mempunyai ketebalan umumnya 3-4 cm.Jenis dan warnanya ada beberapa pilihan yang biasanya dinamai sesuai nama daerah asalnya. Misalnya andesit cibereum, andesit cipanca, andesit gunung haur ataupun andesit cilimus. Masing masing mempunyai karakteristik dan keunikannya sendiri.
Selain itu motif alurnya pun sekarang lebih beragam. Dari alur lurus, alur cacing, belah ketupat, diagonal dan Napoli.  Belum lagi type pemasangannya  ada yang dengan pola seperti batu bata dinding, susun sirih, kotak-kotak bujur sangkar, pemasangan maju mundur, dll sesuai kebutuhan.
Batu sabak atau slate stone di pasaran lebih sering dikenal sebagai batu kali. Selain sangat kuat untuk pondasi, jenis batuan ini juga dapat dibelah menjadi lempengan tipis untuk pelapis dinding maupun lantai. Karena bentuknya yang tidak teratur membutuhkan tukang yang ahli dalam pemasangannya.
Jenis dan warnanya juga dinamai sesuai nama asalnya. Yang popular diantaranya sabak hitam tasik, pekalongan dan garut. Batu purwakarta dan batu banjar warnanya lebih coklat.
Batu marmer dan granit juga tersedia banyak dipasaran. Jenis dan warnanya biasanya dinamai sesuai daerah asalnya. Seperti marmer kuning  tulungagung, marmer abu  bandung, marmer putih ujung pandang atau marmer merah rosso malang.
Biasanya batuan marmer ini dijual lempengan dalam 4 bentuk yaitu marmo ( permukaan gelombang), bakaran (permukaan dibakar), keprik ( bermuka gerigi) dan Napoli( geriginya lebih besar.
Batu lunak 
Jenis batu ini usianya lebih muda sehingga mempunyai tingkat kepadatan yang lebih rendah dengan porositas tinggi. Ini menyebabkan jenis batuan ini lebih lunak. Jenis sandstone, limestone dan batu candi termasuk kategori batu lunak.

Batu pasir atau sandstone berasal dari endapan butiran pasir yang mengalami perubahan selama bertahun tahun.  Karakteristiknya lunak dan mudah dipahat. Di pasaran yang paling popular adalah batu alam palimaman yang berwarna cream, putih dan gold, baligreen dan batu breksi.
Batu gamping atau limestone berasal dari kapur yang mengeras. Contoh yang paling populer adalah batu paras.
Batu candi terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori-pori yang besar dan berwarna gelap. Di pasaran dijual dalam bentuk lempengan. Sifat batu ini sangat mudah menyerap air. . Ukuran yang tersedia: 10 cm x 20 cm, 15 cm x 30 cm, dan 20 cm x 20 cm. Tersedia pula ukuran lebih besar, berkisar antara 20 cm x 30 cm, 20 cm x 40 cm, dan 40 cm x 40 cm.
Batu alam lainnya yang sering dipakai untuk aplikasi interior dan eksterior adalah batu kerikil dan batu koral.
Ada yang dijual dalam bentuk tile mozaik dan kemasan kiloan. Bentuknya unik cenderung bulat dan pipih. Jenis batuan ini sering dipakai untuk mempercantik lantai carport, teras, kolam dan tampilan taman. Bahkan ada juga yang dipakai untuk interior.
Warnanya ada beberapa macam.
Kerikil alor dan Bengkulu berwarna hitam.
Batu koral sukabumi berwarna abu abu. Kerikil  timor dan ambon berwarna putih.
Ada juga yang berwarna pink, hijau dan merah

Bagian yang terpenting dari semua itu adalah pada proses pemasangan dan perawatan.
Selain jenis batu yang ada diatas masih cukup banyak type dan motif batu alam yang ada. Semoga sedikit informasi ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang batu alam... selamat berkreasi.